Oleh: andika | Februari 28, 2009

Kopi Asin

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis disebuah pesta, sigadis tampil luar biasa cantiknya banyak pria yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak banyak yang memperhatikan dia, tapi dia memberanikan diri untuk mengajaksi gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, namun karena kesopanan pria tersebut ia mengiyakan. 

Dan mereka berdua duduk disebuah cofffe shop,tapi disana sipria gugup untuk berkata-kata dan sigadis mulai tidak nyaman dan berkata : ” kita pulang saja yuk”.

Namun tiba-tiba sipria memesan sesuatu pada pramusaji,”bisa minta garam untuk kopi saya ?”semua orang melihat kearah pria tersebut,aneh sekali.Wajah si pria berubah merah,tapi tetap saja ia memasukkan garam kekopinya dan meminumnya.

Sigadis dengan penasaran bertanya “kenapa kamu bisa punya hobby seperti ini?” Sipria menjawab “ketika saya kecil saya tinggal dipantai dekat laut,saya dapat merasakan rasanya laut,asin dan menggigit ,sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya meminum kopi asin ini saya selalu teringat kampung halaman saya,saya kangen orangtua saya yang tinggala disana.

Begitu mengatakan kalimat terakhir mata sipria mulai berkaca-kaca,dan sigadis tersentuh dengan perasaan tulus si pria. Sigadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai keluarganya, peduli akan rumahnya dan bertangguang jawab terhadap rumahnya. kemudian sigadis juga mulai berbicara,bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh disana,masa kecilnya dan keluarganya.

Suasana yang kaku berubah jadi hangat,dan akhirnya berubah menjadi awal yang indah untuk mereka berdua. Sigadis akhirnya menemukan bahwa sipria adalah seseorang yang dapat memenuhi permintaannya,baik hati,hangat,sangat peduli,betul-betul sangat seseorang yang sangat baik dan sigadis hampir saja kehilangan pria seperti itu.

UNTUNG ADA KOPI ASIN !

Kemudian cerita berlanjut seperti dongeng yang indah,sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia. Setiap saat sang putri membuatkan kopi untuk sang pangeran ia membubuhkan garam didalamnya karena ia tahu bahwa itu adalah kegemaran sang pangeran.

Setelah 40 tahun menikah sipria meninggal dunia, ia meninggalkan sebuah surat yang tertulis “Sayangku yang tercinta,mohon maafkan saya,maafkan jika kebersamaan kita selama ini adalah dusta belaka.Hanya sebuah kebohongan yang saya ucapkan kepadamu. Tentang kopi asin, Ingat waktu pertama kali kita bertemu ?, saya sangat gugup waktu itu,sebenarnya saya ingin meminta gula,tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan merasa tambah tidak nyaman,jadi saya maju terus. Tidak pernah terpikir waktu itu karena ternyata dapat menjadi awal komunikasi kita. Saya mencoba untuk mengatakan yang sesungguhnya selama ini. tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak melakukan kebohongan untuk suatu apapun kepadamu.

Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi. saya katakan kepadamu sejujurnya,SAYA TIDAK SUKA KOPI ASIN. Benar-benar aneh dan tidak enak. Tapi saya selalu mendapatkan kopi asin seumur hidup saya sejak bertemu dengan mu. dan saya tidak pernah menyesal mendapatkannya. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku,bila saya hidup untuk kedua kalinya,saya ingin tetap bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidup meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.

Air mata sigadis benar-benar membuat surat itu basah,pada kemudian hari setelah itu bila ada yang melihatnya meminum kopi asin dan bertanya rasanya,sigadis akan berkata “MANIS”. -> sejukair@yahoo.grups.com

 


Tanggapan

  1. Sedikit berpikir nakal, apakah itu romantisme? apakah gak ada cara lain untuk berkata bahwa “sesungguhnya demimu kopi manis pun kan kuterima?”
    sama seperti kutipan cerita dalam novel Senopati pamungkas 2
    “Kakang tiap hari aku selalu menanak nasi namun selalu hangus dan tiap hari pula aku membuang bagian yang hangus itu dikemudian hari ternyata kuketahui bahwa dirimu ternyata amat menyukai kerak nasi”
    Kayaknya klo jujur lebih enak deh
    ##############

  2. bagiku ini luar biasa.aku sedikit merinding.Sebuah kejujuran berakhir dengan kebahagian.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori