Oleh: andika | April 29, 2009

Mencegah Tersinggung

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar
Salah satu penyebab kita berantem adalah kita itu tidak tahan terhadap perilaku orang kepada kita, yang akhirnya menyebabkan tersinggung dan bila sudah tersinggung biasanya minimal sibuk bela diri , lalu tingkatan selanjutnya memikirkan kejelekan orang lain.
Kita harus latihan tidak mudah tersinggung, karena tidak jarang kita bisa berbicara tapi ketika tersinggung tabungan amal kita habis karena marah , sekali marah mata melotot …..kata-kata seperti pisau mengiris, kadang seperti palu menghantam belum lagi tangan bisa bermain, kaki bisa memaki, banyak pahala yang kita kumpulkan hilang gara-gara kita tidak tahan menghadapi singgungan.
Kenapa orang tersinggung ? orang tersinggung karena menilai dirinya lebih dari kenyataan , merasa pintar, merasa berjasa, merasa soleh, merasa tampan, merasa sukses, setiap kali kita terus menilai diri kita lebih dari kenyataan bila ada yang menilai kurang sedikit saja ,……..langsung akan tersinggung.
Jadi memang ada sesuatu yang harus kita perbaiki yaitu proporsional menilai diri , kita biasanya membuka peluang tersinggung karena kita salah dalam menilai diri kita.
Jadi teknik pertama agar kita tidak mudah tersinggung adalah jangan menilai lebih kepada diri kita ; jangan banyak mengingat-ingat bahwa saya telah berjasa,saya seorang guru, saya seorang pemimpin, saya ini orang yang sudah berbuat ,karena makin banyak kita mengaku-ngaku tentang diri kita itulah yang membuat kita makin tersinggung.
Khusus dalam hal ini dalam kaitan supaya tidak mudah tersinggung, misalkan kalau kita sarjana lupakan kesarjanaan kita, atau kita seorang direktur lupakan jabatan kita, kalau kita ustadz lupakan ustadz kita,kalau kita seorang pimpinan lupakan , kalau kita seorang terkenal lupakan,kalau kita seorang kaya lupakan ,anggap semuanya ini amanah, dalam kaitan agar kita tidak tamak kepada penghargaan.
Kalau kita sudah tidak tamak itu akan lebih ringan, kita harus melatih diri kita untuk hanya merasa sekedar hamba Allah yang tidak memiliki apa-apa kecuali ilmu yang dipercikan oleh Allah sedikit, lebih banyak tidak tahu,kita tidak punya harta sedikitpun kecuali sepercik titipan Allah,kita tidak punya jabatan ataupun kedudukan sedikitpun kecuali sepercik yang Allah amanahkan.Dengan merasa hanya sekedar hamba Allah maka akan ringan hidup kita ini, karena makin ingin dihargai, makin ingin dipuji, makin ingin dihormati, akan makin sering sakit hati.
Teknik yang kedua adalah kita harus melihat bahwa apapun yang dilakukan orang kepada kita itu bermanfaat kalau kita dapat menyikapi dengan sikap yang tepat. Seperti teori lempar kucing ,katanya kalau kucing dilempar batu, maka kucing itu lebih sibuk orang yang melempar daripada melihat batunya. Kita ini tidak akan rugi dengan perilaku orang kepada kita kalau kita menyikapinya dengan sikap yang tepat , yang rugi itu adalah ketika kita salah menyikapi kejadian, dan sebenarnya kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat sesuai dengan keinginan kita.
Yang bisa kita lakukan adalah memaksa diri kita menyikapi orang lain dengan sikap terbaik kita.Orang berkata apapun kepada kita itu terjadi dengan izin Allah , anggap saja ini episode atau ujian yang harus kita alami untuk mengetes keimanan kita.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (QS : 2 ; 155)”
“(Yaitu) Orang-orang yang apabila ditimpa musibah , mereka mengucapkan Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (QS : 2 ; 156)”
“Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (QS : 2 ; 157)”
Teknik yang ketiga adalah kita harus empati , yaitu mulai melihat sesuatu tidak dari sisi kita, seperti teori gajah ” ada seorang yang menuntun gajah di depan, seorang lagi mengikuti di belakang, yang depan berkata ” Ohh indah nian pemandangan sepanjang hari,……..lalu kontan dilempar dari belakang karena dianggap menyindir , karena orang yang dibelakang sepanjang jalan pemandangan di depannya adalah pantat gajah” Oleh karena itu kita harus belajar empati, kalau tidak ingin mudah tersinggung caranya cari seribu satu alasan untuk bisa memaklumi orang lain.Maksudnya adalah supaya kita tidak mudah dongkol yang menyebabkan emosi dan tersinggung.Harus diingat seribu satu alasan yang kita buat dilakukan untuk memaklumi bukan untuk membenarkan kesalahan, sehingga kita dapat mengendalikan diri.
Teknik yang keempat adalah jadikan ladang peningkatan kualitas diri , jadi ketika menghadapi penghinaan itu sebuah kesempatan, pokoknya penghinaan, perilaku buruk orang kepada kita menjadi ladang bagi kita untuk mengamalkan sifat mulia yaitu memaafkan orang yang menyakiti , membalas keburukan dengan kebaikan.Episode disakiti adalah episode peningkatan kualitas diri.Wallahu a’lam

Oleh: andika | April 27, 2009

Buat: Yang Sedang Bersedih…

Tidak dapat dibantah lagi bahwa kesedihan adalah salah satu kondisi yang paling tragis dan paling besar -terasa- sakitnya bagi raga maupun jiwa. Apabila ia menyatu bersama kuku-kukunya yang tajam ke dalam jiwa, tidak lama kemudian ia akan merobek-robeknya dan memporak-porandakannya. Maka akan kita dapatkan manusia yang kacau dan mengalami kegoncangan dalam hidup dan kehidupannya.

Dan kesedihan tadi akan mempengaruhi sebagian dan bahkan seluruh komponen kehidupannya jiwa dan raga, hingga ia melihat dunia dalam pandangan matanya lebih gelap dari kegelapan dan lebih sempit dari lubang jarum. Jiwanya tak ubahnya laksana tinta-tinta tebal di atas permukaan air. Ia menghitamkan setiap apa yang ia muntahkan dari dalam perutnya kepada apa pun yang dekat dengannya. Dan kesedihan akan menghitamkan kehidupannya dengan apa saja yang ia muntahkan atas dirinya dengan kesedihan-kesedihan dan kecemasan-kecemasan. Karenaya, kau akan melihat mereka menyamakan antara jiwa dan raga yang sedih dengan apa yang mereka pakai dan tampakkan dengan pakaian-pakaian berkabung. Tatkala penyakit sedih tadi menjadi sebuah penyakit yang menimpa jiwa seluruhnya.
Seorang bijak adalah orang yang mencari alternatif terapi penyembuhan yang lebih baik, dengan beragam obat dan pengobatan lainnya, setelah mengalami kesulitan dengan penyembuhan awal, sebagaimana yang dilakukan oleh seorang dokter terhadap penyakit-penyakit yang membangkang di dalam raga. Maka syarat awal agar berfungsinya obat bagi raga yang sedang ditimpa penyakit adalah membiasakan diri untuk mengkomsumsi obat yang akan menyempurnakan proses sirkulasi di dalam raga.
Wahai yang sedang bersedih…
Segala apa yang ditawarkan berupa alternatif penyembuhan kesedihan tersebut, jika kalian mau menjalaninya dengan kebiasaan yang konsisten, mengontrol cara pandang hidup, berpikir positif dan memaksimalkan kesungguhan dan ketekunan, penelitian yang berulang-berulang, dan melatihnya menjadi sebuah kebiasaan, sehingga menyatu dalam jiwa. Ketika seseorang memiliki kemampuan untuk melakukannya secara terus-menerus, akan lahir darinya perilaku-perilaku jasmaniah dan kejiawaan yang menakjubkan dan mencengangkan keadaan.
Perlu adanya kerelaan pada seseorang untuk berpikir dan membiasakan diri dengan ketentuan-ketentuan utama dan -membiasakan- untuk mempraktekkannya, sehingga sampai pada tujuan yang diinginkan, yaitu kebahagiaan. Segalanya akan menjadi berubah, tatkala kalian hanya membaca tanpa mau menghayatinya, melihat tanpa mau merenunginya, menghafalnya tanpa mengekspresikannya. Banyaknya menelaah, membaca dan proses yang memakan waktu lama, tidaklah memberikan faedah pada akhirnya.
Wahai yang sedang bersedih…
Ketahuilah bahwasanya raga itu terikat dengan jiwa dan begitupun sebaliknya. Penyakit yang menimpa jiwa akan memberikan pengaruh terhadap raga dan akan menjadikannya sakit, sebagaimana jiwa yang terpengaruh oleh raga yang sedang ditimpa penyakit.
Penyembuhan jiwa dari penyakit-penyakitnya haruslah dimulai dari keharusan untuk memiliki kesehatan raga, sebab kesehatan jiwa sangat tergantung padanya. Tujuan kerja keras dan upaya yang bijaksana yang akan membimbing seseorang mencapai kebahagiaan, yaitu dengan adanya jiwa yang sehat dan berimbas pada raga yang sehat pula.
Wahai yang sedang bersedih…
Seseorang yang menginginkan kesehatan raga, haruslah dapat menjauhkan setiap keinginan dan nafsu yang berlebihan dan setiap apa saja yang akan mengakibatkan keguncangan pada pikirannya, membiasakan dirinya untuk berolah raga -paling sedikit dua jam- setiap harinya dalam keadaan udara yang bersih dan sering menggunakan air dingin ketika mandi, menjaga dan memperhatikan pengeluaran darah yang berlebihan dari ketentuan yang diinginkan dan memperbanyak gerak tubuh.
Maka hidup adalah gerakan. Kalian dapat mengamati apa yang terjadi di dalam raga. Kalian akan kalian dapati padanya isi perut dan anggota-anggota lainnya bergerak dengan teratur. Kalian akan melihat hati menyalurkan seluruh apa yang terdapat dalam jiwa berupa darah ke wadah yang berukuran kecil dan besar bersama dua puluh delapan denyutan, paru-paru yang naik dan turun dengan gerakan yang cepat dan selainnya terdapat gerakan alat-alat uap dan juga usus yang memuai dan mengerut. Di dalam tubuh akan kalian dapatkan anggota-anggota tubuh yang berfungsi menghisap dan mengeluarkan darah dalam satu waktu. Dan pada otak terjadi dua gerakan pada setiap denyutan dari denyutan-denyutan jantung dan setiap kali menghirup untuk bernafas. Apabila gerakan badan lemah pada fisiknya sebagaimana halnya pada mereka yang hidup dengan nyaman, tidaklah sempurna keseimbangan antara kenyamanan dan gerakan-gerakan yang terdapat pada batinnya. Yang terjadi adalah kekacauan pada raga karena gerakan pada batin sangat memerlukan pertolongan dengan adanya gerakan lahir, dan gerakan pada batin membutuhkan gerakan lahir untuk meluruskan aturan, sehingga tidak terjadi kekacauan pada jiwa dan raga secara bersamaan. Kita tidak akan merasakan hidangan kehidupan dan mencapai kebahagiaan yang dipersembahkan buat kita dalam kehidupan ini, melainkan dengan aturan tersebut.
Kalian akan mendapatkan seseorang yang tenang jasadnya dan hatinya yang penuh kekerasan dan dominan dengan dendam dan kebencian. Apabila ketenangan itu berlanjut tidaklah menjamin adanya dampak yang buruk padanya dari kekacauan tersebut. Karena itu mereka menasehati siapapun menggerakkan badannya. Dalam sebuah hadits Rasulullah s.a.w.: “Idza ghadhiba ahadukum falyatawadhaa” (Abu Daud: 4784). Dalam sebuah perkataan Aristoteles: “Maka basahkanlah dirimu dengan air dingin”.
Kalian akan melihat, tidaklah pohon-pohon dalam pertumbuhan dan perkembangannya bergerak dengan gerakannya yang alami, melainkan udara dan cuaca yang menimpanya sehingga ia menggoyangkan dahan-dahannya. Maka gerakan tersebut membantu lahirnya pada gerakan pertumbuhan dan perkembangan pada batinnya.
Menjaga dan memperhatikan badan dengan apa saja yang dapat memperbaikinya, dengan makanan-makanan bergizi, gerakan dan sebagainya adalah sebuah keharusan. Dan menjalaninya dengan mengikuti aturan kesehatan tertentu demi keselamatan raga dan jiwa secara bersamaan. Maka hal-hal tersebut menjadi pokok dari substansi pengobatan jiwa.
Dinukil dari Mukhtarat Al-Manfaluti.

Oleh: andika | Maret 9, 2009

Haruskah Hati Menciptakan Jarak

Suatu hari seorang guru bertanya kepada murid-muridnya,”mengapa ketika seseorang marah dia akan berbicara dengan suara kuat, atau berteriak?” Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab,”karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak”

“tapi” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya ada disampingnya mengapa harus berteriak? apakah ia tak bisa berbicara secara halus?”

Hampir semua murid memberikan argumen yang menurut mereka benar. Namun tak ada jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata.”ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan,jarak antara kedua hati mereka menjadi jauh walaupun secara fisik mereka dekat,untuk mencapai jarak hati yang sedemikian mereka harus berteriak”.Namun anehnya semakin mereka berteriak semakin marah dan dengan sendirinya hati mereka semakin jauh. Oleh karena itu mereka harus berteriak lebih keras lagi”.

Sang guru masih melanjutkan,”sebaliknya apa yang terjadi apabila dua orang saling jatuh cinta? mereka tidak perlu berteriak, namun mereka berbicara dengan suara yang begitu halus dan kecil. Sehalus apapun keduanya dapat mendenganrkan dengan begitu jelas. Mengapa demikian ?”

Sang guru bertanya sambil memperhatikan muridnya.Mereka berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. Sang guru berkata “Karena hati mereka begitu dekat,hati mereka tidak berjarak.Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin diucapkan”.

Sang guru masih melanjutkan,”ketika anda dilanda kemarahan,janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi jangan mengatakan kata-kata yang dapat mendatangkan jarak diantara hati kalian. Mungkin disaat seperti itu tak mengucapkan kata-kata adalah bijaksana,karena akan membantu anda.

(Suwandi Ahmad) -> Air putih@yahoogroup.com

  

Oleh: andika | Februari 28, 2009

Kopi Asin

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis disebuah pesta, sigadis tampil luar biasa cantiknya banyak pria yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak banyak yang memperhatikan dia, tapi dia memberanikan diri untuk mengajaksi gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, namun karena kesopanan pria tersebut ia mengiyakan. 

Dan mereka berdua duduk disebuah cofffe shop,tapi disana sipria gugup untuk berkata-kata dan sigadis mulai tidak nyaman dan berkata : ” kita pulang saja yuk”.

Namun tiba-tiba sipria memesan sesuatu pada pramusaji,”bisa minta garam untuk kopi saya ?”semua orang melihat kearah pria tersebut,aneh sekali.Wajah si pria berubah merah,tapi tetap saja ia memasukkan garam kekopinya dan meminumnya.

Sigadis dengan penasaran bertanya “kenapa kamu bisa punya hobby seperti ini?” Sipria menjawab “ketika saya kecil saya tinggal dipantai dekat laut,saya dapat merasakan rasanya laut,asin dan menggigit ,sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya meminum kopi asin ini saya selalu teringat kampung halaman saya,saya kangen orangtua saya yang tinggala disana.

Begitu mengatakan kalimat terakhir mata sipria mulai berkaca-kaca,dan sigadis tersentuh dengan perasaan tulus si pria. Sigadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai keluarganya, peduli akan rumahnya dan bertangguang jawab terhadap rumahnya. kemudian sigadis juga mulai berbicara,bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh disana,masa kecilnya dan keluarganya.

Suasana yang kaku berubah jadi hangat,dan akhirnya berubah menjadi awal yang indah untuk mereka berdua. Sigadis akhirnya menemukan bahwa sipria adalah seseorang yang dapat memenuhi permintaannya,baik hati,hangat,sangat peduli,betul-betul sangat seseorang yang sangat baik dan sigadis hampir saja kehilangan pria seperti itu.

UNTUNG ADA KOPI ASIN !

Kemudian cerita berlanjut seperti dongeng yang indah,sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia. Setiap saat sang putri membuatkan kopi untuk sang pangeran ia membubuhkan garam didalamnya karena ia tahu bahwa itu adalah kegemaran sang pangeran.

Setelah 40 tahun menikah sipria meninggal dunia, ia meninggalkan sebuah surat yang tertulis “Sayangku yang tercinta,mohon maafkan saya,maafkan jika kebersamaan kita selama ini adalah dusta belaka.Hanya sebuah kebohongan yang saya ucapkan kepadamu. Tentang kopi asin, Ingat waktu pertama kali kita bertemu ?, saya sangat gugup waktu itu,sebenarnya saya ingin meminta gula,tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan merasa tambah tidak nyaman,jadi saya maju terus. Tidak pernah terpikir waktu itu karena ternyata dapat menjadi awal komunikasi kita. Saya mencoba untuk mengatakan yang sesungguhnya selama ini. tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak melakukan kebohongan untuk suatu apapun kepadamu.

Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi. saya katakan kepadamu sejujurnya,SAYA TIDAK SUKA KOPI ASIN. Benar-benar aneh dan tidak enak. Tapi saya selalu mendapatkan kopi asin seumur hidup saya sejak bertemu dengan mu. dan saya tidak pernah menyesal mendapatkannya. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku,bila saya hidup untuk kedua kalinya,saya ingin tetap bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidup meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.

Air mata sigadis benar-benar membuat surat itu basah,pada kemudian hari setelah itu bila ada yang melihatnya meminum kopi asin dan bertanya rasanya,sigadis akan berkata “MANIS”. -> sejukair@yahoo.grups.com

 

Oleh: andika | Februari 25, 2009

Ijin kan aku mencintai-Mu

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, walau kadang masih juga kutemukan cinta tertinggi bukan untukMu.
ketika kurasakan gelisah membadai, kakiku mengambang tiada menjejak bumi, saat kuterhempas dalam jurang cinta pada duniaMu
Ilahi, Kucoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali, meratap, memohon dan menghibaMu.
Perkenankan aku mencintaiMu dengan semampuku

Ilahi, aku tak sanggup mencintaimu dengan kesabaran menangung derita nabi ayyub, yusuf, musa, isa hingga muhammad.
karena itu izinkan aku mencintaiMu melalui keluh kesah pengaduan yang hanya kutujukan kepadaMu bukan kepada mahlukMu atas derita jasad dan batinku

Rabbi, aku tak sangup mencintaiMu seperti abu bakar yang menyerahkan hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan Rasulmu untuk keluarganya.
Pun aku tak mampu mencintai layaknya sahabat umar yang menyerahkan separo hartanya di jalanMu . atau ustman dengan kafilah dagang dan perniagaannya.
Izinkan aku mencintaiMu denagan beberapa lembar dan keping yang kuinfakkan di jalanMu.

Ilahi, aku belum mampu mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat hingga tak terasa anak panah musuh menghunjam di kakinya.
Karena itu ya Allah, perkenankan aku mencintaiMu dalam shalat yang coba kudirikan terbata bata, dalam satu-dua rakaat lailku, dalam satu dua sunnah nafilaMu

Yaa rahman, aku tak sanggup mencintaiMu bagai para hafidz hafidzah yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.
Perkenankan aku tetap mencintaiMu melalui selembar dua lembar tilawah harianku dalam satu dua ayat hafalan qur`anku

Yaa rahiim, aku belum sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah yang mempersembahkan jiwa demi tegakNya DienMu. Semisal para syuhada yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu.
Maka perkenankan aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Izinkan aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru

Allahu kariim, aku belum sanggup mencintaMu di atas segalanya, bagai ibrahim yang rela tinggalkan putra dan istrinya dan patuh mengorbankan permata hatinya.
Izinkan aku mencintaiMu di dalam segalanya.
Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, mencintai ikhwah, sahabat-sahabatku, mencintai manusia dan mencintai seluruh mahlukMu

Allahu rahmanurrahiim, perkenankan aku mencintaiMu sekuat kemampuanku agar cinta itu mengalun dalam jiwa.
Agar cintaMu mengalir di sepanjang nadiku. Membesar, menutupi, menepis cinta selainMu dan mendudukkannya dibawah cinta padaMu
Sampai suatu saat kuingin menemuiMu memandang wajahMu dengan seluruh cinta hanya padaMu

Ikhwahfillah,………..cinta adalah kekuatan terbesar untuk mampu melangkah dan berkarya. Cinta pada Allah, rasul, pada ikhwah, pada kaum muslimin. Sebesar apa cinta yang kita punya dan ingin punya, hingga sering terasa berat beramal sholih? Padahal surga hanya bisa di dapat dengan cintaNya dan amal sholih

Oleh: andika | Februari 21, 2009

Sesungguhnya inilah aku adanya

Sesungguhnya aku dapati diriku dalam keadaan telanjang, kemudian Dia beri aku pakaian.
Sesungguhnya aku dapati diriku dalam kebodohan, kemudian Dia beri aku lentera ilmu.
Sesungguhnya aku temui diriku dalam kelemahan iman, fisik dan mental, kemudian Dia beri aku keteguhan dan kekuatan
Sesungguhya aku dapati diriku dalam kesesatan dan kejahiliyahan, kemudian Dia memberi aku petunjuk.
Sesungguhnya aku dapati diriku dalam kegelapan, kemudian Dia beri aku cahaya.
Sesungguhnya aku dapati diriku dalam kebingungan, kemudian Dia beri aku jalan keluar.
Sesungguhnya aku dapati dirku dalam kehinaan dan kerendahan, kemudian Dia beri aku kemuliaan dan izzah serta iffah.
Akulah petualang yang mencari kebenaran. Akulah manusia yang mencari makna dan hakekat kemanusiaanya di tengah manusia. Akulah patriot yang berjuang menegakkan kehormatan, kebebasan, ketenangan, dan kehidupan yang lebih baik bagi tanah air di bawah naungan Islam yang hanif.
Mimpi-mimpiku hari ini adalah kenyataan hari esok. Yang akan aku wujudkan dengan kerjasama dan azzam yang mantap. Kemudian bumi yang merana ini akan aku cerahkan dengan kesegaran embun fikrah yang aku miliki. Yang berkuasa tidak akan selamanya di pucuk pimpinan. Yang lemah tidak akan selamanya di bawah. Yang berjuang akan menuai hasil gemilang dan berkah, aku pun terus bersiap untuk turut ambil bagian dalam perjuangan itu.
Fikrahku ini akan menang jika kita memiliki iman kuat, tulus dan ikhlas, serta semangat yang berkobar dalam berjuang. Seorang pejuang memiliki empat ciri khas, yaitu iman, ikhlas, semangat dan amal. Dasar iman adalah hati yang hidup, asas ikhlas adalah hati yang suci murni, landasan semangat adalah perasaan yang kuat, sedangkan amal adalah tekat yang selalu segar.
Akan kupegang terus azzamku ini, karena sesungguhnya sholatku, ibadahku, dan matiku hanyalah untuk Allah SWT, Tuhan semesta alam yang tiada sekutu bagi-Nya. Kepada yang demikian itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.
Inilah aku, sedangkan kamu, kamu siapa?
Imam Hasan Al Bana

Oleh: andika | Februari 21, 2009

Arjuna dan Sang Bidadari

 Namanya Arjuna, persis nama seorang tokoh dalam
 dunia pewayangan. Tapi ia tak tampan, tak gagah.
 Apalagi digila-gilai oleh wanita. Arjuna yang ini
 hanya seorang penjual ulat sebagai pakan burung yang
 penghasilannya tidak menentu. Tinggalnya di sebuah
 rumah sederhana dengan ibundanya yang sudah berusia
 70 tahunan. Sejak usia 2 tahun Arjuna menderita
 lumpuh. Penyebabnya adalah demam yang sangat tinggi
yang kemudian merusak syarafnya.
 
 Arjuna kini sudah 40 tahun dan tetap lumpuh. Ia pun
 masih tetap ulet menjalankan profesinya. Sejak
 beberapa waktu yang lalu ia mempunyai kegemaran
 baru, suka mengikuti pengajian dari masjid ke
 masjid. Dari pengembaraannya itu akhirnya ia jatuh
 cinta pada sebuah masjid di sebuah pondok pesantren
yang dipimpin oleh seorang kyai yang masih muda dan
 berkharisma.
 
 Pagi itu Arjuna tampak rapi dan wangi. Ia
 menggunakan baju terbaiknya, sebuah baju koko
 berwarna putih yang dimintanya pada sang ibu untuk
 disetrika licin-licin. Ia sudah siap menuju
 pengajian di pondok pesantren. Jaraknya lumayan,
 dari Jl. Pendawa Dalam, Bandung, ke daerah
 Gegerkalong Girang. Apalagi bagi seseorang yang tak
 berfisik sempurna seperti Arjuna, jarak itu terasa
 lebih dari sekedar lumayan.
 
 Arjuna merangkak di depan rumahnya, lalu dengan
 suara cadelnya berteriak memanggil becak di ujung
 jalan. Sang tukang becak pun tanggap dengan
 panggilan Arjuna. Ia mafhum, Arjuna pasti akan pergi
 ke pondok pesantren.
 
 Arjuna duduk manis di dalam becak, hingga sampai ke
 jalan besar. Di jalan besar, sang tukang becak
 membantu memanggilkan taxi. Satu taxi lewat, taxi
 berikutnya juga, dan berikutnya, lalu berikutnya.
 Arjuna tetap duduk manis di dalam becak, tersenyum.
 Keringat mengucur di tubuh sang tukang becak yang
 tampak sedikit kesal tidak satu pun taxi yang mau
 berhenti.

 Membawa Arjuna sebagai penumpang taxi memang
 berbeda. Sang sopir taxi harus rela membantu
 menggendongnya. Maka tak heran kalau tak semua sopir
 taxi mau. Tapi Allah selalu memberikan
 pertolongan-Nya. Sebuah taxi meluncur pelan dan
 berhenti. Sampai di pondok pesantren Arjuna disambut
 oleh beberapa orang jemaah. Ia sama sekali tak
 dipandang sebelah mata. Justru banyak orang yang
 sayang padanya, termasuk sang kyai.
 
 Ceramah pun dimulai. Seperti kali yang lalu. kali
 ini Arjuna tak mampu membendung air matanya.
 Semangatnya membara. Bukan hanya itu bahkan
 bergejolak. Bagai sebuah handphone yang perlu
 di-charge, inilah saat-saat Arjuna menge-charge
 jiwanya. Total biaya Rp.50.000,- yang harus ia
 keluarkan untuk pulang pergi ke pondok pesantren,
 serasa tak ada harganya dibanding dengan setrum yang
 menyulut dirinya. Ajuna jadi lebih semangat bekerja,
 lebih semangat mengumpulkan uang untuk bisa datang
 ke pengajian.

 Arjuna sekarang jadi rajin ibadah malam. Sifat
 pemarahnya mulai hilang, jadi lebih sabar dan
 optimis. Pelan-pelan keinginan itu muncul. Suatu
 keinginan yang sama sekali tak pernah berani untuk
 ia mampirkan walau sekilas di kepalanya.
 
 “Ibu, Arjuna kepingin kawin!” Suara cadel Arjuna
 bagai geledek yang memecah kesunyian malam di
 telinga sang ibu.
 
 “Arjuna enggak mimpi kan?” sang ibu bertanya sambil
 menguncangkan tubuh Arjuna yang tergolek lemah di
 tempat tidur.
>
 ” Eh ibu, Arjuna mah bangun. Ini enggak mimpi.
 Sungguhan, Arjuna kepingin kawin.”
 
 Sang ibu menelan ludahnya beberapa kali, miris.
 “Jang, kamu teh mau kawin sama siapa?”
 
 “Nggak tau. Tapi Arjuna sudah minta sama Allah.”
 
 Mata sang ibu hampir-hampir tak kuat membendung air
 mata yang hendak tumpah. “Bener atuh, kalau memohon
 ya sama Allah.”
 
 Sang ibu bingung apa yang harus ia lakukan.
 Menghibur Arjuna dan membangun mimpi-mimpi indah
 yang kosong melompong. Atau membuatnya melek melihat
 kondisi cacatnya. Tapi itu sama saja artinya dengan
 menghempaskannya ke jurang dalam. Sang ibu cuma bisa
 menyerahkan pada Allah, apapun kehendak-Nya.
 
 Malam purnama. Arjuna baru saja selesai sholat
 tahajud. Ia merenungi keinginannya yang mulai
 menjadi azzam. Pikirannya berkecamuk. “Tapi, kalau
 nanti punya istri pasti biaya akan bertambah.
 Sekarang saja hidup sudah pas-pasan. Ah, rejeki kan
 sudah diatur oleh Allah, tinggal kita yang harus
 ikhtiar. Tapi, mau nikah sama siapa. Eh, iya ya.
Siapa yang mau sama saya yang jalan aja mesti
 merangkak, mau ke mana-mana mesti digotong. Ah, itu
 kan sama juga, jodoh sudah diatur sama Allah.
 Tinggal ikhtiar saja. Besok saya akan bilang sama
 Pak Kyai, minta dicarikan istri.”
 
 “Pak Kyai, saya kepingin kawin!”
 
 Pak Kyai itu pun kaget tak beda seperti ekspresi
 sang ibu ketika mendengar ucapan Arjuna. Dengan
 sabar Kyai berkata, “Wah bagus itu. Menikah kan
 sunnah Rasulullah, apalagi kalau niatnya untuk
 ibadah.”
 
 “Iya, iya, saya kepingin kawin karena kepingin
 ibadah. Kepingin punya anak-anak yang normal dan
 berjuang di jalan Allah.”
 
 “Arjuna mau menikah dengan siapa?”
 
 “Saya ingin minta dicarikan sama Pak Kyai.”
 
 Pak Kyai pun menggaruk-garuk kepalanya. Bukan amanah
 yang ringan. Sudah berkali-kali ia mempertemukan
 jodoh diantara santri-santrinya. Diantaranya  ada
 juga yang tidak sekali langsung jadi. Itu pun
 santri-santri yang normal, tapi Arjuna…?!
 
Sang Kyai bukan mengecilkan arti Arjuna. Semua orang
 sudah ditentukan takdirnya oleh Allah. Dan tak akan
 tahu takdirnya bagaimana kecuali dengan berusaha.
 Tapi usaha yang harus dilakukan untuk mencari istri
 untuk Arjuna bukan perkara mudah. Tapi Allah
 berkehendak lain. Sang Kyai akhirnya menemukan sang
 gadis.
 
 Gadis itu normal, juga sholehah. Ia salah satu
 jamaah yang kerap mengikuti pengajian Kyai. Kyai
 mengucap syukur yang tiada tara, karena akhirnya
 gadis itu mengucapkan kesediaannya menikah dengan
 Arjuna.
 
 Ina, gadis itu, jelas-jelas tahu Arjuna yang akan
 dinikahinya berfisik tak sempurna.
Sangat jauh dari
 gambaran tokoh Arjuna yang ada di lirik lagu.
 
 “Kenapa Ina mau menikah dengan Arjuna?” tanya sang
 Kyai. “Ina sudah tahu apa resikonya? Apa yang akan
 dihadapi di kemudian hari?”
 
 “Niat saya cuma ingin mencari keridhoan Allah. Saya
 ingin menjadi bidadari di syurga nantinya,” kata
 sang gadis dengan mantap.
 
 Pagi hari di bulan Agustus 2002 itu seakan bersinar
 lebih cerah dari biasanya bagi Arjuna. Sebelum
 berangkat, ia menangis. Bukan sedih, justru
 kebahagiaan luar biasa yang tak terbendung. Suatu
 keajaiban yang tak pernah ia bayangkan akan
 terwujud. Mulanya hanya sebuah keinginan, lalu
 menjadi tekad, dan kini menjadi nyata. Allah
 mengabulkan permohonannya.
 
 Terbata-bata Arjuna mengucapkan ijab kabul. Bukan
 karena grogi, tapi karena memang ia kesulitan
 mengucapkan kata-kata. Dua ratus pasang mata ikut
berlinangan airmata, tak kuasa menahan haru yang
 tiba-tiba menyeruak. Arjuna menyerahkan mas kawin
 berupa 23 gram emas kepada istrinya. Lalu Arjuna
bersujud di hadapan ibunya, menangis tersedu-sedu.
 
 Di hadapan para tamu, sang Kyai berkata, “Kita harus
 banyak belajar dari Arjuna, seseorang yang diberi
 ujian berupa kekurangan fisik dari Allah, namun
 tidak takut dan berani mengambil keputusan terhadap
 masa depannya. Arjuna adalah contoh seseorang yang
 berserah kepada Allah, yakin akan rejeki yang sudah
 ditetapkan-Nya. Semoga Allah memberkahi pasangan
 pengantin ini, menjadikannya sakinah, mawadah,
 warrahmah.” Doa sang Kyai ini pun di amini oleh para
 tamu walimah.

 Arjuna memandangi istrinya penuh haru. Ina baru saja
 selesai mencuci baju. Arjuna senang sekali, kini ia
 tak lagi mencuci baju sendiri seperti ketika
 bujangan dahulu. Ina juga selalu merawat dengan
 penuh ikhlas dan telaten. Seorang gadis telah Allah
 kirim untuk menjadi pendampingnya di dunia.

Oleh: andika | Februari 6, 2009

7 kekuatan yang mengubah hidup

THE POWER OF SELF IMAGE
Betapa dahsyatnya kekuatan pikiran manusia. Semua produk di dunia ini dijadikan, digerakkan, dan dimulai dari alam pikiran manusia. Kekuatan getaran pikiran dan jiwa akan membantu mencari sasaran sesuai dengan takaran pikiran manusia itu sendiri. Alam bawah sadar manusia merupakan alat untuk mencapai sasaran. Manusia SUKSES bukan dari raut mukanya, tapi dari mental dan pikirannya. Hindari karakteristik seperti : pemikir negative, tidak PD, selalu bimbang dan ragu, “lunak” pada diri sendiri,
takut tantangan, dan pasrah pada keadaan. Jangan sampai kita miskin mental, karena miskin mental sangat bertolak belakang dengan SUKSES.
Karakteristik citra diri yang seharusnya kita miliki adalah karakteristik citra diri positif, antara lain : selalu memiliki tujuan besar, penuh keyakinan, PD, optimis aktif, tegar, senang tantangan, dan open minded. Karena SUKSES membutuhkan komitmen, pengorbanan, perjuangan, keuletan, dan kegigihan. Jangan mengharap semua lancar, tapi berusahalah agar semua lancar, karena keSUKSESan adalah milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan
sepenuh hati. cobalah untuk tidak mengeluh terhadap apapun yang terjadi.
2. THE POWER OF CHOICE
Pilihan adalah salah satu rahasia kesuksesan. Hidup sesungguhnya adalah serangkaian pilihan-pilihan yang dapat kita ambil setiap hari, setiap saat, karena kita mempunyai hak dan tanggung jawab atas pilihan kita.
Dan satu-satunya hal yang tidak dapat kita hindari adalah MEMBUAT PILIHAN. Jadi kita harus berani memilih dan memastikan target kita, impian kita.
3. THE POWER OF WILL (TO BE)
The power of will merupakan kekuatan hasrat yang penuh keyakinan dan keberanian dalam memperjuangkan apa yang menjadi keinginannya.
4. THE POWER OF ACTION
Kekuatan aksi, kekuatan untuk melangkah. Jika target sudah ditentukan, dan keyakinan untuk memperjuangkan sudah bergemuruh, maka mulailah melangkah. Jika target sudah ditentukan tetapi kita tidak bertindak nyata karena takut gagal dan takut menanggung resiko, maka jangan bilang nasib anda jelek dan nasib orang lain lebih baik. Beranikan diri untuk mulai melangkah, jangan takut jatuh!
5. THE POWER OF DETERMINATION
Power of Determination yang dimaksud di sini adalah kegigihan. Ke-SUKSES-an hari ini tidak berarti besok kita akan meraih SUKSES lagi. Tanpa kesiapan diri dan berjuang lebih keras, SUKSES akan sulit kita pertahankan. Begitu pula kegagalan. Hari ini kita gagal, belum tentu besok kita juga gagal. Selama masih ada semangat untuk berbenah diri dan target besar untuk diraih, maka SUKSES besar selalu menanti kita.
Kehidupan akan terus berubah. Hanya manusia yang mempunyai kegigihan dan sikap mental untuk belajar dan memperbaiki diri secara konsisten yang bisa tetap eksis dan SUKSES dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi. Dan kegagalan bukanlah sesuatu yang harus kita takuti.
Kegagalan adalah sarana intropeksi diri untuk berusaha lebih keras, karena kegagalan adalah bagian kecil dari sebuah e-SUKSES-an. SUKSES sejati adalah akumulasi dari kegagalan-kegagalan yang mampu diatasi.
Yang terpenting bukan seberapa sering kita terjatuh dan gagal, tapi seberapa gigih kita berjuang untuk mampu bangkit kembali. Jangan takut menderita, karena hanya penderitaan hidup yang dapat mengajarkan kepada manusia akan arti keindahan dan nilai kehidupan.
6. THE POWER OF PERSONALITY
Kekuatan kepribadian juga berpengaruh besar terhadap kesuksesan. Orang yang disukai orang-orang disekelilingnya karena memiliki kepribadian yang menarik adalah calon orang sukses. Jadilah orang yang gampang bergaul, beradaptasi, dan selalu memanusiakan manusia lain. Kita harus kaya mental. Kaya mental disini berarti suka tantangan, berkompetisi, penuh tanggung jawab, disiplin dan menghargai waktu, cinta pada pekerjaan, penuh loyalitas dan dedikasi, mau bekerja keras, mudah bekerjasama, antusias, ulet, dan pantang menyerah.
Selain itu, milikilah kepribadian yang berjiwa spiritual. Percayalah pada kekuatan spiritual, kekuatan doa. Kesuksesan yang kita usahakan, pada akhirnya ditentukan oleh Allah. Doa kesuksesan yang kita panjatkan juga tidak akan terkabul begitu saja tanpa usaha nyata. Jadi, kekuatan spiritual berkaitan dengan SUKSES. Dunia dan akhirat akan memberi tempat bagi orang yang kaya mental dan punya kekuatan spiritual. So, lets pray everyday!
7. THE POWER OF COMMITMENT
Kekuatan komitmen berarti kekuatan untuk berani memperjuangkan target besar yang dibuat sampai SUKSES. Komitmen untuk melangkah, menjalankan target yang ingin dicapai.

Oleh: andika | Februari 1, 2009

Kegelapan & Penerangnya

Abu Bakar ra. berkata :
Ada lima kegelapan dan lima penerangnya
Kegelapan pertama cinta harta,
penerangnya dengan bertakwa
Kegelapan kedua laku maksiat,
penerangnya dengan bertobat
Kegelapan ketiga di alam kubur,
penerangnya dengan berdzikir
Kegelapan keempat alam akhirat,
penerangnya dengan bertaat
Kegelapan kelima jembatan shirath,
penerangnya dengan i’tiqad.

Oleh: andika | Februari 1, 2009

Jikalah Pada Akhirnya…

Assalamu’alaikum wr.wb
Saudaraku,
pernahkah kau merasakan sebuah penderitaan yg
sangat?
Barangkali rasanya spt ingin mati saja…Ya!

Seperti apa sih rasanya ditinggal oleh seseorang
yg kita cintai?…
Mungkin kita akan meratap berhari-
hari,mengenang masa2 bersamanya dan
berharap semua yang telah berlalu kembali lg…
berangan andai mereka tak pernah pergi…………

Saudaraku,
bgmana rasanya diliputi rasa benci dan
kemarahan?
Ah, spt mau meledak dada dan kepala…
Inginnya memuntahkan segala kekesalan sepuas-
puasnya…

Saudaraku,
pasti kita pernah gagal…saat itu,rasanya dunia
sudah tertutup bagi kita…
tak ada lagi semangat apalagi tekad…
Kita pun ,mandeg,malas untuk bergerak lagi…

Saudaraku,
semua kita pernah berbuat dosa…
Sering kita sadar dan menyesal,tapi kita tak
sanggup keluar dari padanya…

Saudaraku,
aku percaya…ketika waktu terus berjalan dan
semua itu berlalu,engkau akan melihat dgn
pandangan berbeda…
Bisa jadi,engkau merasakan penderitaanmu dulu
tidak sehebat yg kaukira…Masih banyak org lain
yg lebih menderita…

Mungkin saja engkau akan melihat kemarahan
dan kebencianmu tidaklah beralasan…Sangat
boleh,kegagalanmu belum ada apa2nya…
Barangkali kesalahan dan dosa itu akan menbuat
kita bisa melihat dan menghayati kebenaran…

Saudaraku,
seiring waktu yg berjalan,pikiran kita tumbuh…
Perasaan kita berubah…JIka demikian
halnya,maka mengapa kita biarkan diri tenggelam
sedangkan ia akan menjadi masa lalu pd
akhirnya…?

jadi…

Jikalah derita akan menjadi masa lalu pd
akhirnya…
maka mengapa mesti dijalani dng sepedih rasa…?
sedang ketegaran akan lebih indah dikenang
nanti…

Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada
akhirnya…
maka mengapa tidak dinikmati saja…?
sedang ratap tangis tak akan mengubah apa2…

Jikalah luka kecewa akan menjadi masa lalu pada
akhirnya…
maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa…?
sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih
utama….

Jikalah benci dan marah akan menjadi masa lalu
pada akhirnya…
maka mengapa mesti diumbar sepuas rasa…?
sedang menahan diri adalah lebih berpahala….

Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada
akhirnya…
maka mengapa mesti tenggelam didalamnya…?
sedang taubat itu lebih utama…

Jikalah harta akan menjadi masa lalu pd
akhirnya…
maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri…?
sedang kedermawanan justru akan melipat
gandakannya…

Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pd
akhirnya…
maka mengapa mesti membusung dada…?
sedang dengannya manusia diminta memimpin
dunia…

Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada
akhirnya…
maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu
bersama…?
sedang memberi akan lebih banyak memiliki arti…

Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada
akhirnya…
maka mengapa mesti dirasakan sendiri…?
sedang berbagi akan membuatnya lebih
bermakna…

Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada
akhirnya…
maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan
belaka…?
sedang begitu banyak kebaikan bisa tercipta…

Suatu hari nanti,,,disaat semua telah menjadi
masa lalu…aku ingin ada diantara mereka yg
bertelekan di atas permadani sambil
bercengkrama dgn tetangganya,saling bercerita
ttg apa yg telah dilakukannya di masa lalu hingga
mereka mendapat anugerah itu…

Suatu hari nanti,ketika semua telah menjadi masa
lalu,aku tak ingin ada diantara mereka yg
berpeluh darah dan berkeluh kesah:Andai di
masa lalu mereka adalah tanah saja…

( Duhai harta yg dahulu kukumpulkan sepenuh
raga,ilmu yg kukejar setinggi langit,kini hanyalah
masa lalu yg tak berarti..
Mengapa dulu tak kubuat menjadi amal jariah yg
dapat menyelamatkanku kini…?)

(Duhai derita,kecewa,dan luka yg dulu
kujalani,,,ternyata hanya sekejap saja dibanding
sengsara yg harus kuarungi kini…
Mengapa aku dulu tak sanggup bersabar meski
hanya sedikit jua…?)

dr Buku… :
Catatan harian Seorang Ukhti 2
Penulis: Azimah Rahayu

Older Posts »

Kategori